Showing posts with label Filsafat Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Filsafat Pendidikan. Show all posts

Sunday, 5 December 2021

Ideologi Pendidikan di Indonesia (Dalam konteks Filsafat)

 Terinspirasi dari Perkuliahan Prof. Dr. Marsigit MA. pada  Kamis,  14 Oktober 2021  


Meringkas itu adalah reduksi, orang melakukan reduksi jika tidak sesuai bidangnya maka akan mengkiamatkan sifat, padahal semua yang ada dan yang mungkin ada itu adalah dunianya.

Setiap sifat adalah dunianya, dunia bisa diletakkan didepan semua yang ada dan yang mungkin ada. Sehingga, meringkas adalah mereduksi, memilih satu atau mengeliminasi dan menghilangkan beberapa hal yang lain. Hal ini tidak mudah dilakukan karena harus mempertahankan makna dari buku yang kita ringkas. Hal yang harus diperhatikan dalam belajar filsafat itu menghargai yang ada dan yang mungkin ada. Dalam meringkas harus benar-benar menunjukkan originalitas dalam berfikir.

Filsafat juga harus memperhatikan hal yang kecil-kecil, harus dilakukan oleh orang yang punya niat ibadah dan memang ingin belajar. Dari gambar dapat dilihat ada 2 tempat yaitu di atas dan di bawah, yaitu:

·      Yang di atas logika adalah rasionalitas, analitik, apriori, jika tokoh ada Rene Deskartes

·      Yang di bawah ada,ah pengalaman, empiris, sintetik, aposteriori, jika tokoh David Hume

Langit artinya adalah yang tadi sudah dialami, dilakukan, dipahami. Sekarang adalah sebagai bumi nya. Malaikat lebih dominasi terhadap spiritual. Di dunia hewan, Raja monyet adalah metafisiknya monyet yang lain atau langitnya monyet yang lain. Di dunia tumbuhan juga bisa dikuasai, kita bisa memikirkan untuk membantu berfikir, filsafatnya adalah kemampuan berintensi dan ektensi. TK itu transendenya bagi PAUD, saya itu tendensi yang tadi. Belajar filsafat itu mudah asalkan kita menyadari struktur yang berdimensi dan yang berkhirarki. Reason merupakah akal budi, pikiran itu campur karena filsafat, psikologi dan orang awam juga menggunakan pikiran. Otak lebih ke biologi atau kedokteran.

Jika ada pertanyaannkenapa mahasiswa spontan menjawab pikiran Prof. Marsigit karena didalam pikiran yang menjawab sudah ada yang namanya tektonik yaitu menurut Immanuel Kant’s (Quantity, Quality, Rational, Modal). Reason kalau diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia adalah akal budi, Lawan dari transenden adalah material atau realita. Filsafat itu berkualitas, semakin tinggi kualitas maka semakin transenden atau metafisik. Semakin jauh maka semakin sulit diketahui, kualitas pertama adalah yang langsung bisa dilihat dan langsung bisa dipersepsi oleh panca indra. Jika matahari terbit dari barat maka itu filsafat kualitas pertama seterusnya.

Bagian kedua dilanjutkan dengan luruh ego ke 6, luruh ego disini lebih menekankan pada pengetahuan tentang maqom dibawah filsafat bentuknya ideologi, berfikir tentang konstektual ke negara, kalau ada 200 negara berarti ada 200 ideologi, sifatnya sama seperti filsafat sifatnya juga cair, ekstensi juga intensi walaupun lebih sempit daripada filsafat. Ideologi dimulai secara besar-besaran dalam Revolusi Komte, dimana ideologi dalam arti Pendidikan.

Revolusi Komte adalah fase-fase mengalami bagi Immanuel Kant. Mengalami pengap (sumpeg) dalam pikiran merupakan sesuatu komuikasi pikiran yang tidak sehat, ketika masa Immanuel Kant perang antara yang namanya rasionalisme Rene Deskartes, empirismenya saat itu sangat seru sehingga Immanuel Kant terfikir untuk mencari solusi mendamaikan. Periode berikutnya yaitu 2 abad berikutnya setelah Immanuel Kant yaitu Augus Komte. Augus komte mengatakan bahwa agama tidak logis maka tidak bisa dipakai untuk membangun dunia. Paradigma untuk membangun dunia ideologinya diubah, yaitu yang paling tinggi bersifat positif, dan filsafat yang paling bawah bersifat spiritualitas yang menimbulkan kegegeran namun diam-diam diakui sampai sekarang. Sejak revolusi kKomte muncul besar-besaran tentang metode ilmiah. Salah satunya ditemukan mesin uap lokomotif di Inggris. Setelah itu lahirlah eksploiter dari negara lain yaitu Inggris. Niat awal tidak menjajah yaitu untuk berdagang. Tapi pikiran Indonesia terjajah sampai sekarang, secara sadar maupun tidak sadar. Idiologinya bersifat industrial trainer. Ada satu lagi teknologi pragmatis yaitu Indonesia memiliki cita-cita demokrasi. 

Ada 5 macam ideologi Pendidikan yaitu industrial triner, technology pragmatism, old humanism, progressive educator, publick educator.

Semua negara tidak bisa terhindar dari salah satu dari semua ideologi yang ada. Pendidikan berkompromi dari ideologi agar bisa memiliki ilmu. Ada 200 teori, pada masa Habibi mempunyai mentri pendidikan Pak wardiman, beliau sangat industrial triner. Membuat kurikulum di SD yaitu Back to Basic (hanya baca tulis dan menghitung). Ada 2 gerakan orientasi kebutuhan siswa dan membangun hidup yang merupakan ideologi sebagai anti tesis. Muncul anti tesis dari ideologi yaitu berorientasi pada siswa. Industrial trainer, technology pragmatism, old humanism merupakan pendidikan conversional (tradisional). Progressive education, public educator merupakan anti tesis. Ideologi dan paradigma tersebut dari the philosophy of mathematics education adaptasi Paul Ernest (1995).

Ketika ada pertanyaan tentang bisakah Industrial trainer, technology pragmatism, old humanism, Progressive education, public educator sebagai landasan ideology dan paradigma perubahan kurikulum pendidikan di Indonesia dari awal hingga sekarang? Jawabannya adalah boleh saja, karena kurikulum pada akhirnya kompromi yang inovatif ada 2 yaitu progressive education and public educator. Indonesia memiliki landasan Pancasila, dan diakui didunia. Karena Pancasila Indonesia menjadi negara yang besar, kokoh dan kuat. Tantangan bagi Indonesia pada zaman orde baru karena saking kuatnya monoculture sehingga mengecilkan peran daerah-daerah, maka setelah era reformasi berubah menjadi desentralisasi. Harus menjaga keseimbangan antara Bhineka Tunggal Ika itulah NKRI. Indonesia terlahir secara geografis penuh dengan ilmu diantara laut pasifik dan India. Indonesia besar dikarenakan potensi yang besar. 

Jika kita melihat tidak ada guru yang progresif, hal itu salah siapa? apakah karena kurikulum yang dijalankan adalah K13? Dan posisi kurikulum K13 sudah dimana? peran kita ketika sudah sadar harus bagaimana? Maka jawabanya adalah itulah pentingnya pemikiran terbuka. Pentingnya komunikasi antara yayasan, guru dan lainnya. Di perlukan orang-orang yang berani untuk melakukan perubahan.

 

-Terima kasih-

Filsafat "Ruang dan Waktu"

Terinspirasi dari Perkuliahan Prof. Dr. Marsigit MA. pada  Kamis,  7 Oktober 2021


        Pada pertemuan ini, diawali dengan rangkuman berupa bagan atau tabel yang dibuat sendiri oleh Prof Marsigit dari karya Immanuel kant dari buku “The critics of Pure reason”.

 

Kualitas metafisik ada 5, yaitu kualitas 1, kualitas 2, kualitas 3, kualitas 4, kualitas 5. Yang Namanya observasi mulai dari melihat tidak begitu menyadari, melihat intensi, melihat dengan persiapan, melihat secara professional, melihat dalam arti menguji, meneliti. Tugas mereview dan menjabarkan dari pertanyaan diatas dari buku “critique of pure reason” karya imanuel kant dan dikumpulkan maksimal 1 minggu.

Filsafat itu adalah santun terhadap ruang dan waktu. Ruang itu berstrata dan berhirarki atau berdimensi. Dimensi yang tinggi yaitu langit dan dimensi yang lebih rendah yaitu bumi. Cara membelah langit yaitu dengan cara transcendental. Langit adalah sebuah ketua dari kelompok-kelompok. Tidak ada yang tahu kehendak Tuhan, kita hanya dapat melihat petunjuk-petunjuknya dari Kitab Suci. 

Mengutip quote of the day dari Facebook Prof. Marsigit “kesalahan langit adalah paralogos dan kesalahan paralogos adalah langit” maksudnya adalah para yaitu sulit diketahui sedangkan Logos yaitu logika. 

Arti cara membelah langit itu bagaimana? Caranya yaitu transcendental skematik jadi ilmu itu bersifat membedakan. Semua istilah-istilah itu ada dibuku karya imanuel kant, maka dari itu perbanyak membaca. Koherensi langit itu artinya sesuai. Logika itu ada di langit, tapi penglihatan ada di bumi. Kebenaran langit dan kebenaran logika itu adalah koherensi. Kebenaran bumi atau kebenaran realita adalah korespondensi.

        Menurut imanuel kant, pikiran dibagi menjadi 2 yaitu human main (bagian atas rasionalitas, bagian bawah pengalaman). 

Bagaimana prespsi logika, pengalaman dan pandangan (langit dan bumi) terhadap isi buku dari imanuel kant? caranya dengan membagi menjadi atas dan bawah, pikiran terdiri dari analitik of reason sedangkan pengalaman terdiri dari sintetik of reason. Jadi harus ada batas supaya dapat membongkarnya. 

Bagaimana kita membedakan ruang dengan waktu? Kita tidak dapat mendefinisikan ruang tanpa waktu, dan waktu tanpa ruang. Ruang adalah waktu, waktu adalah ruang. 

Apa maksud menembus ruang dan waktu? Semua itu menembus ruang dan waktu karena filsafat adalah Bahasa analog. Semakin tinggi semakin sedikit istilahnya. 

Apa maksud dari kepekaan dari buku kant “ruang dan waktu itu adalah bentuk kepekaan kita”? semua yang tidak kita ketahui itu adalah transenden. Presepsi, sensibilitas termasuk transenden. 

Secara filsafat zaman modern itu abad ke 16 dan abad 17.  Pada zaman saat ini adalah zaman kontemporer. Zaman modern itu adalah zaman antithesis dari zaman kegelapan. Zaman gelap itu terjadi pada abad 12 dan abad 13. 

 

-Terima kasih-

Hakikat "Belajar" dalam Filsafat

Terinspirasi dari Perkuliahan Prof. Dr. Marsigit MA. pada  Kamis, 23 September 2021 



Aksiologi itu sebenarnya apa? Komponennya ada 2 yaitu etik (benar salah, baik buruk) dan estetika (keindahan). Semua yang berhubungan dengan perasaan maka masuk ke kajian spiritualogi, untuk baik butuk itu masuk ke aksiologi. Pertanyaan yang jawabannya adalah aksiologi itu misalnya hormat sedih, menangis, yang berkaitan dengan rasa senang/perasaaan (aksiologi).

Teman-teman harus memahami 80 % dulu baru nanti masuk ke filsafat karena kita terdiri dari matematika, sosial dan seterusnya. Manfaat filsafat untuk mengembangkan menggali dan diterapkan di Pendidikan sekolah dasar. Belajar secara filsafat adalah konstruktif, dan konstruktif sudah dibahas sejak jaman Immanuel Kant. Sehingga hakikat belajar adalah membangun pengetahuan, ini menurut filsafat dan tergantung filsafat yang mana. Karena misalnya filsafatnya belanda adalah mendidik tapi tetap yang dijajah dibiarkan bodoh. Filsafatnya adalah diberikan saja sedikit ilmu tapi tetap dikontrol sehingga tidak punya daya. Sehingga guru-guru itu tidak menyadari karena niatnya membimbing tapi sebenarnya merusak, kalau yang dibimbing sampai menangis dan stress itu namanya merusak dan menghancurkan. Dengan cara berfilsafat harapannya kita bisa memaknai mendidik dengan baik. Karena kata mengajar itu seolah-olah hanya melakukan seenaknya kepada siswa dan siswa kurang aktif dan kurang dianggap sebagai subjek tapi sebagai objek. 

Ketika ada tugas untuk membaca buku Immanuel Kant ternyata susah dipahami, bagaimana solusinya? Kadang-kadang para filsuf itu juga menggunakan note of the day. Apa yang membuat Prof. Marsigit menyukai Immanuel Kant? Prof. Marsigit membuat disertasi 2 kali. Walaupun Namanya Immanuel dia tidak menjurus ke salah satu agama, isinya tidak ada yang menyinggung religious. Dia ingin mencari pikiran murni itu seperti apa bentuknya. Jika pikiran kita tidak murni maka kebenaran biasanya tergantung kepentingan, jadi harus berfikir dengan jernih. Ketika saya kuliah maka harus mengabil pikiran para filsafat. The critique itu ada 3 buku sehingga tidak hanya membahas tentang critique of pure reason. Sebenar-benar filsafat adalah pendapat para filsuf. Prof. Marsigit mengambil Immanuel Kant bukan karena namanya, tapi karena dia mengkompromomikan 2 pertentangan pendapat. Dulu berabad-abad terjadi pertentangan antara kaum rasionalisne (Plato sampai Rene Decartes), empriris (David Hume, Aristoteles). Dua dunia ini seru sekali seperti perdebatan di capres karena saling menghujat. Lalu muncullah Immanuel Kant, dia mempertemuan 2 perdebatan tadi di muara. Maka Immanuel Kant menjadi seorang filsuf yang paling lengkap gelarnya, dia seorang rasionalis, realis, idealis, pragmatis dll. Sehingga dia paling lengkap, hal ini mempengaruhi pikiran Prof. Marsigit yaitu termasuk pikiran mengkompromikan berbagai pihak, ini yang membuat beliau tertarik. 

Pemimpin itu bukan hanya presiden tapi juga pimpinan yang lain seperti kepala sekolah juga pemimpin. Filsafat itu harus didapatkan dengan cara yang baik dan diberikan dengan cara yang baik juga. Pemimpin itu bisa pemimpin rumah tangga, spiritual, sedangkan pikiran saya memimpin pikiran saya, ini Bahasa analog. Mengambil dimensi langit dan dimensi bumi, kalau pembeli adalah bumi maka penjual sebagai langit. Kebaikan itu kan turun dari langit, misalnya anak itu bumi dan orang tua adalah langit, jika langitnya tidak baik maka bisa menjadi tidak baik pula buminya (anaknya). Semua warga negara wajib berpolitik murni yaitu Bhineka Tungal Ika, UUD 45, Pancasila. 

Apa hubungan antara forma, konsep dan intuisi, ruang dan waktu itu bukan sebuah konsep. Ruang dan waktu itu intuisi, konsep itu tesis, semua yang ada dan mungkin ada itu adalah tesis. Konsep itu kan ada di pikiran, struktur konsep yang paling kecil itu ada 2 yaitu konsep dan isi. Bentuknya apa, substan nya apa. Intuisi itu juga pengertian konsep. Ruang itu adalah ada dan yang mungkin ada. Kita tidak bisa menjelaskan waktu tanpa konsep ruang. Filsafatnya adalah kaum foundalism. Pikiran kita itu macem-macem, kesana bisa jadi foundalism, kesini jadi anti foundalism. 

Ontologi adalah hakikat, hakikat belajar itu apa, hakikat mengajar itu apa, hakikat anak SD itu apa. Hakikat semuanya yang berkaitan dengan Pendidikan di SD. Kalau Bapak sudah tanya sampai hakikatnya harapannya usahanya lebih intensif dan ekstensif karena tidak sekedar memenuhi wajib, filsafat itu tinggi sifatnya, paling tinggi itu kuasa Tuhan. Oleh karena itu nama Tuhan itu sudah kuasa Tuhan. Dalam filsafat, ontologi bisa menjadi epistemologi dan aksiologi, artinya kebaikan yang disampaikan dengan metode tidak baik maka tidak akan baik. Aksiologi bisa dianulir oleh epistemologi, nama bisa jadi filsafat seperti sintesis. Aksiologi juga filsafat tidak ada skiologisim. 

 

-Terima kasih-

Awal "Pengetahuan" adalah "Pertanyaan"...Part 2

lanjutan... 

Kita harus cerdas dalam ruang dan waktu kapan kita akan berbicara. Filsafat itu fungsinya mengkritisi, jangankan tidur, orang yang tidak tidur saja bisa tidak berfikir karena sudah jelas. Bahkan saat kita berdoa sebaiknya mematikan pikiran.Tapi jangan sekali-kali berbicara mitos ketika berbicara tentang agama.

Apa hubungan tidak terhingga dengan metafisik? tak berakhir itu infinitrigres, maka komponennya adalah infitetrigres dan konsep. Akan tetapi infinitrigres itu sudah menunjukkan tak berakhir dan ini merupakan istilah oleh Aristoteles, jelas ini adalah metafisik. Bagi orang yang berfikir yang ada dan mungkin ada itu metafisik karena berfikir, berfikir itu disebalik sifat, disebalik tesis. Maka sebenarnya bagi orang yang berfikir entah sadar atau tidak sadar sebenarnya dia sudah masuk ke metafisik. Indicator berfikir itu apa, berfikir, berfikir itu sintesis dan sintesis adalah dari pertanyaan itu ada tesis antitesis dan sintesis. Maka lahir tesis baru. 

Apakah ada perbedaan antara mitos tesis dan antitesis dengan mitos yang lain? Filsafat itu mengenal batas dan tahu batas serta waktu. Yang namanya mitos adalah tidak memikirkanya. Jika kita sudah cukup jelas, dan jelas itu tergoda untuk tidak berfikir, maka mereka terancam untuk dimanakan mitos. Lalu mitos dipertemankan dengan logos. Logos adalah keadaan yang memikirkannya. Mitos bukan berarti tidak baik. Anak kecil itu belajar dari mitos lama-lama mahir. Tidak semua hal bisa di logos-kan, contohnya kita tidak bisa memikirkan semua persoalan tetangga anda karena anda takut terkena mitos, itu tidak bisa karena bukan ranah anda. Penjelasan logos adalah yang harus difikirkan ya fikirkanlah. Misalnya prodi PEP dipikirkan kapan bagaimana harus mengukur. Saatnya dipikirkan maka harus kita pikirkan, kalau tidak perlu dipikirkan maka tidak perlu.

Intusisi itu tidak tahu darimana berasal tetapi bisa dirasakan. Contohnya kita memiliki orang tua dan sayang dengan orang tua kita. Tapi mengerti itu belum tentu sayang. Mencintai belu. Tentu mengerti arti cinta. Yang jadi masalah adalah pengertian saying, kapan mulai mengerti dan darimana. Jika kita lupa dan tidak tahu sejak kapan maka itulah pengetahuan intuitif. Sampai dewasa akhirnya paham dan mengerti arti paham, tapi darimana pahamnya. Inilah yang dimaksud pengetahuan intuitif, pengetahuan intuitif kit aitu lebih banyak sebenarnya terjadi dalam kehidupan kita. Makan tidur mengantuk itu pengertian intuitif dan tidak perlu didefinisikan dan akhirnya jadi comman sense (pengetahuan umum).

Metafisik itu berkaitan dengan yang ada dan yang mungkin ada, sehingga realitas itu baru saeparonya, separo yang lain adalah rasionalitas/logika dan logika ini masuk metafisik sehingga yang ada dan yang mungkin ada. Tidak semua bisa memikirkan yang ada dan yang mungkin ada, misalnya ruh atau jiwa, Immanuel Kant menyampaikan bahwa kita tidak mampu memikirkan ruh karena itu kuasa Tuhan, kita hanya bisa memikirkan disebut fenomena, noumena adalah yang tidak bisa kita fikirkan. Yang berbicara tentang ruh maka tentang keyakinan. Metafisik itu disebalik yang ada. Tidak ada hidup ini tanpa metafisik. Bapak saat ini melihat saya tapi yang difikirkan itu bukan saya tapi omongan saya, melihat dan mendengar itu metafisik. 

Terkait ketoprak yang diperankan oleh Prof Marsigit. Kenapa mencintai yang merupakan kuasa Tuhan itu akhirnya membuat orang berbuat salah? Karena salah ruang dan waktu. Untuk merusak dunia, cukup salah ruang dan waktu. Esensinya perang itu hanya merubah peraturan. Mencintai seseorang itu anugrah tapi jika salah ruang dan waktu maka akan menjadi malapetaka. Cinta itu sesuai ruang dan waktu. Jika melampaui batas maka akan salah. Setinggi-tinggginya ilmu adalah sopan santun, tapi bisa dikalahkan dengan motif, motif itu bisa diperoleh di politik. Yang benar adalah politik ontologis yaitu membela Bangsa, dasar negara Indonesia, UUD, Pancasila NKRI, Bhineka Tunggal Ika sehingga sesuai warga negara. 

Cara pandang seseorang terhadap sesuatu tergantung dengan pengalaman, ada yang menghadapi atasan yang beda pengalaman sehingga dia sering mengalah tapi tidak puas dengan keputusan yang diambil. Sebenarnya bagaimana cara menggabungkan antara si A dan si B agar menemukan solusi Bersama. Jawabannya: perlu dikembangkan filsafat atasan dan filsafat bawahan. Jangan berani berani “menentang” pembimbing, karena jika begitu kita tidak akan lulus. Itulah pentingnya luruh ego. Solusinya adalah komunikasi, Prof Marsigit mengembangkan diri dengan cara belajar, agar bisa dengan baik dalam menyampaikan pendapatnya.

Baca bukunya Imanuel Kant the critic of pure reason Imanuel Kant. Diringkas. Prinsipnya:

Pikiran kita dibagi 2, atas itu rasio dan bawah adalah pengalaman. Rasio itu ada 2 analitik dan apriori. Baca the critic of pure reason (murni). Maka sebenar-benar ilmu menurut Kant adalah sintetik (hukum sebab akibat) dan apriori. Pikiran, hati dan cinta murni tidak bisa diterangkan, setinggi-tinggi pikiran dikalahkan oleh motif, lembaga motif adalah politik lalu motif bisa dihancurkan politik, dan akhirnya ke demokrasi.

 

 

-Terima kasih-

Awal "Pengetahuan" adalah "Pertanyaan"...Part 1

 Terinspirasi dari Perkuliahan Prof. Dr. Marsigit MA. pada Kamis, 16 September 2021

 

Filsafat itu kondisi seperti karakteristik, sifat, iklim, suasana, cuaca dan lain-lain seperti belajar kereta api dari jogja ke Jakarta melewati purworejo sampai Bekasi, jika ditanya kereta api dari mana? Jika jawabannya dari Bekasi apakah betul? tentu saja betul. Sebenar-benarnya filsafat adalah pikiran Anda. Tujuan dari pertanyaan- pertanyaan ini diberikan agar sebagai manusia tidak sombong dan luruh ego.

Sensasi dalam mengikuti perkuliahan ini adalah berfikir menggunakan intuisi. Dengan adanya kuis luruh ego dan sesi diskusi serta buah dari membaca, kuliah, berfilsafat dan sebagainya. Harapannya intuisi mahasiswa lebih jalan. Resepnya adalah membaca dan membaca.

Sumber buku yang dipakai dalam perkuliahan ini salah satunya adalah: The critic of pure reason. Ditulis oleh Immanuel Kant yaitu tentang filsafat kritis. Disertasi yang diambil oleh Prof Marsigit juga berhubungan dengan buku The Role of Kant dalam membangun epistemology matematika yaitu buku yang dibuat pada abad ke 18. Saat meninggalnya Immanuel Kant yaitu di jaman modern, sekarang jaman post-modern. Materi tersebut bisa dilihat di https://uny.academia.edu/MarsigitHrd.

Buku Immanuel kant sangat sulit dipahami maka harus di Ingriskan karena berasal dari Bahasa Jerman, aslinya Kant mempelajari teks nya tersebut dari Bahasa Yunani. Matematikawan hebat di dunia mengaku 4 tahun baru paham buku ini. Oleh karena itu mahasiswa ditantang untuk mempelajari buku Immanuel kant yang berjudul The critism of pure reason milik Immanuel Kant. Prof Marsigit berhasil menulis disertasi beliau selama 3,5 tahun berdasarkan buku tersebut. Ketika beliau membaca lagi buku tersebut hingga saat ini pasti selalu mendapatkan hal yang baru. Prof Marsigit menulis dalam Bahasa Inggris karena banyak istilah yang tidak bisa di Bahasa Indonesia kan. Artinya beliau harus membuat buku khusus terkait kamus filsafat.

 

Awal Pengetahuan adalah Pertanyaan

Dalam filsafat “tidak ada” itu “ada” di dalam filsafat. Di mitos itu jika tidak ada pertanyaan maka tidak ada tesis, tidak ada antitesis dan tidak berfikir. Jika terjadi demikian maka kita sebenarnya dimakan mitos. Artinya ada “tidak ada” di pikiran saya, saya bisa berbicara dan menulis, saya bisa menulis “aku” gak? Jika bisa maka ada kata aku di tulisan.

Sifat dalam sifat, sifat mendahului sifat dan seterusnya, sifat itu maksudnya apa? Jawabannya jika kita merefleksikan diri sebenarnya kita itu siapa sih? Contohnya Prof Marsigit itu siapa, dunia itu siapa, jika kita berfikir betul maka semua pikiran itu rumahnya ada didalam bahasa, sebenar-benar rumahku adalah Bahasa, sebenar-benarnya hidup adalah Bahasa. Bahasa itu menggambarkan suatu sifat. Sehingga Prof Marsigit itu adalah karakter atau sifat. dibangun tidak dibangun Prof Marsigit adalah sifat dan karakter. Semuanya adalah simbolis yang kelihatan. Makanya sifat itu diluar didalam, telah belum, lampau sekarang yang akan datang, mendahului dan didahului, maka sifat itu dunia, jika kehilangan sifat maka kita kehilangan dunia. Kehilangan pendengaran maka kita kehilangan dunia pendengaran. Sebab dunia dapat diletakkan di depan sifat apapun. Misalnya dunia pendengaran, dunia Pendidikan dan seterusnya, sebenar-benarnya hidup adalah Bahasa. Di filsafat Bahasa nya adalah Bahasa analog, dan Bahasa analog itu tidak ada itu maka ada. Artinya, saya bisa menulis dan berbicara, sehingga di dalam pikiran saya ini bisa menulis dan berbicara. Saya bisa bervicara “kosong” artinya ada kosong di dalam pikiran.

Jika tidak berfikir maka pikiran jadi mati dan menjadi mitos, kadang ingin mematikan pikiran dengan tidur. Bagaimana ini? Matinya pikiran untuk filsafat berbeda dengan matinya fikiran karena rumah tangga. Tidur itu tidak bisa dikatakan sebagai matinya pikiran. Dalam filsafat tidur itu dunia pun hilang, langit pun, bintang pun hilang karena sedang tidur. Maka peraturan itu salah di dalam filsafat. Peraturan Presiden yang berlaku itu berlaku untuk orang-orang yang sedang tidak tidur, misalnya seluruh rakyat Indonesia wajib bayar pajak berarti tidak bisa bayar pajak karena sedang tidur....(continue part 2)

Apakah sesungguhnya "Luruh Ego"


Terinspirasi dari Mata Kuliah Filsafat tentang Luruh Ego 1 Prof. Marsigit, M.A

Kamis 9 September 2021 


Salah satu kendala ilmu adalah ego yang tinggi atau kesombongan karena sudah merasa punya konsep sendiri dan konsep yang lain. Dalam dunia barat menganggap bahwa nilai bijaksana adalah mencari, tapi akibatnya adalah eksploitasi sumber daya dan sumber alam. Sedangkan, nilai kebijakan orang timur adalah tokoh masyarakat dan nilai kebijakan orang barat adalah mencari.

Luruh ego 1, kamis 9 September 2021. Filsafat. Prof. Marsigit, M.A. beliau berharap dengan kuis luruh ego ini benar-benar bisa meluruhakan ego mahasiswa dan memberikan pemahaman bahwa diatas langit masih ada langit, serta tujuan lainnya adalah agar mahasiswa mudah dalam memahami istilah lain dari filsafat. Beliau juga menyampaikan bahwa filsafat tidak untuk dihafalkan tapi untuk dipahami dan dimengerti. Beberapa pertanyaan beliau sangat menarik karena mengajak mahasiswa berfikir diluar jawaban yang umum misalnya pertanyaan Siapa nama kecil Anda, siapa teman Anda waktu kecil (yang mungkin ada), siapa nama dewasa Anda (tesis, pikiran, tesis itu mencari, saya tesis, selain saya antithesis), siapa teman Anda ketika dewasa (antithesis), apa hobi Anda (melakukan sintesis), Anda dari mana (dari mitos), kenapa Anda disitu (karena membaca). Dari sini kita diajak untuk menelusuri jawaban yang memiliki makna filsafat.

Selanjutnya kita diajak untuk membahas tentang metafisik. Dimana metafisik mudah dipahami dan dimengerti tapi sulit untuk dihubungkan sampai pada pikiran para filsuf. Disesuaikan pikiran kita itu berdasarkan filsufnya siapa? Sehingga kita ada gambaran. Metodenya ada intensif dan ekstensif.

Pikiran kita rumahnya adalah Bahasa. Secara ontologis ada 3 pilar yaitu makna, metode dan manfaat. Jadi jika kita belajar filsafat maka tugas akhir dari filsafat adalah tentang pikiran para filsuf. 

Pancasila adalah jati diri kita. Mencari ilmu itu banyak kendala, apapun hiruk pikuk omongan pasar biasanya alurnya tidak jelas, makanya untuk mencari kejernihan pikiran maka caranya adalah baca filsufnya. Godaan kedua adalah godaan panggung. Sehingga kita harus berfikir jernih sesuai dengan jati diri kita.

 

-Terima kasih-

Sunday, 12 September 2021

KETOPRAK "REMBULAN KEKALANG"....(Part 2)

Terinspirasi dari Ketoprak dengan Judul “Rembulan Kekalang” dalam rangka Dies Natalis Ke 54 UNY
Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=7IrOG4tbQ84

Tiba-tiba dating lah Danuboyo yang melaporkan bahwa Adipati blambangan melakukan penentangan, akhirnya Raja memerintahkan Danuboyo untuk mengatasi Adipati Blambangan. Raja juga meminta agar Patih membuat rencana strategis untuk mendukung kesuksesan dan kemakmuran rakyat Kerajaan Mataram. Aksi peperangan antara Danuboyo dan Adipati Blambangan pun terjadi.

            Plot kedua adalah pelawak (bathur) yang bernama Yu genuk, Yu Prenjak dan Su Genthong. Kemudian datanglah Roro Mangli yang cantik jelita ditengah-tengah mereka. Saat mereka sedang bergurau, datang lah Pangeran Haryo Timur yaitu adik dari Pangeran Hadi Mataram. Dari sinilah awal mula Pangeran Haryo Timur jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Roro Mangli. Dari pertemuan ini, Pangeran Haryo Timur ingin berkenalan lebih jauh dengan Roro Mangli, akan tetapi Roro Mungli sangat malu saat ditemui oleh Pangeran Haryo Timur. Sosok Mangli yang pemalu, jarang keluar dari rumah dan cantik jelita semakin membuat Pangeran Haryo Timur jatuh hati dan mengungkapkan rasa cintanya kepada Mangli saat itu juga. Akan tetapi Roro mangli masih belum tertarik dengan Pangeran Haryo Timur. Berbagai cara dilakukan Pangeran Haryo Timur untuk mendapatkan hati dan meyakinkan Roro Mangli tentang perasaannya yang benar-benar mencintai Roro Mangli. 

            Plot ketiga berada di rumah Tumenggung Pasingsingan yaitu ayah dari Roro Mangli. Dari sini Tumenggung Pasingsingan bercerita kepada istrinya tentang Tahta Kerajaan Mataram yang diserahkan kepada Pangeran Hadi Mataram dan Tumenggung Sidurejo sebagai Patih. Tumenggung Pasingsingan tidak terima karena dia merasa sudah lebih lama mengabdi sebagai Tumenggung tapi kenapa tidak dipilih sebagai Patih. Bersamaan dengan itu, Pangeran Haryo Timur datang bertamu di rumah Tumenggung Pasingsingan dengan tujuan ingin meminang Roro Mangli. Dari sini lah Tumenggung Pasingsingan memiliki ide untuk meminta anaknya Roro Mangli mau menerima cinta Pangeran Haryo Timur dengan tujuan terselubung agar Tumenggung Pasingsingan bisa menjadi Patih. Roro Mangli menyampaikan keinginan atau syarat jika Pangeran Haryo Timur ingin meminangnya maka Pangeran Haryo Timur harus bisa menjadi Raja Mataram. Pangeran Haryo Timur memang sangat mencintai Roro Mangli, tapi dia tidak menyangka jika syarat Roro Mungli sangat membuatnya terkejut, artinya dia harus merebut kekuasan Raja Mataram saat ini yaitu kakak nya sendiri. Tumenggung Pasingsingan menyampaikan jika Pangeran Haryo Timur tidak bisa memenuhi syaratnya, maka pernikahanpun tidak akan dilakukan. Akhirnya Pangeran Haryo Timur menyetujui syarat untuk bekerjasama melengserkan tahta Pangeran Hadi Mataram.

            Yu Genuk yang mendengar hal tersebut merasa kebingungan dan khawatir tentang nasib kerajaan Mataram selanjutnya, akhirnya dia menyampaikan berita tersebut kepada suaminya. Suami Yu Genuk menemui Pangeran Sepuh Purboyo (Raja sebelumnya) dan melaporkan apa yang didengar oleh istrinya itu. Kemudian Pangeran Sepuh Purboyo beserta para prajurit mengepung Tumenggung Pasingsingan yang ketahuan memasuki Kerajaan dengan menggunakan penutup wajah dengan niat membunuh Pangeran Hadi Mataram. Karena Pangeran Sepuh Purboyo sudah mengetahui niat buruk tersebut maka akhirnya Tumanggung Pasingsingan berhasil ditangkap dan diadili dengan diberikan hukuman yang setimpal.

            Pangeran Hadi Mataram kecewa dengan adiknya Pangeran Haryo Timur karena sudah bekerjasama dengan keluarga Tumenggung Pasingsingan untuk membuhnya karena terlalu mencintai Roro Mangli. Karena sudah ketahuan akhirnya Pangeran Haryo Timur menyadari kesalahannya yang sangat fatal dan merasa bersalah kepada kakaknya. Pangeran Haryo Timur meminta maaf kepada kakaknya. Tetapi Pangeran Hadi Mataram akan memaafkannya jika Pangeran Haryo Timur mau membunuh Roro Mangli yang sudah memberinya syarat untuk membunuh Pangeran Hadi Mataram. Pangeran Haryo Timur pun setuju untuk membunuh istrinya Roro Mangli. Tetapi karena cintanya yang mendalam kepada Roro Mangli, Pangeran Haryo Timur tidak sanggup membunuh istrinya dan meninggalkan istrinya tersebut. Karena hal ini, akhirnya Pangeran Haryo Timur tidak ingin bergabung lagi dengan Kerajaan Mataram. Pangeran Sepuh Purboyo menemui Pangeran Haryo Mataram yang saat ini menjadi pemarah dan sifatnya menjadi tidak baik untuk Kembali ke kerajaan Mataram dan mengingatkan bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang “eling lan waspodo”. Roro Mungli menyesali keinginannya yang gila kekuasaan, martabat dan pengaruh yang akhirnya membuat hidupnya sengsara serta keinginannya tidak ada yang terwujud, saat Roro Mangli ingin bunuh diri, Pangeran Haryo Timur memanggilnya…..(selesai).

 

Dari sini kita bisa menyimak banyak sekali nilai-nilai moral yang dapat kita pelajari Bersama bahwa ambisi terhadap kekuasaan, martabat dan pengaruh terkadang bisa menjerat manusia untuk meninggalkan hati nuraninya.

 

KETOPRAK "REMBULAN KEKALANG"....(Part 1)


Terinspirasi dari Ketoprak dengan Judul “Rembulan Kekalang” dalam rangka Dies Natalis Ke 54 UNY
Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=7IrOG4tbQ84


Prolog

 

Ambisi terhadap kekuasaan, martabat dan pengaruh terkadang bisa menjerat manusia untuk meninggalkan hati nuraninya. Tumenggung Pasingsingan merupakan orang yang memiliki ambisi besar untuk berkuasa, bahkan sampai meminta putrinya (Roro Mangli) yang cantik jelita untuk memikat Pangeran Haryo Timur dengan tujuan memecah persaudaraan antara Sinuhun Amangkurat (Pangeran Hadi Mataram) yang diperankan oleh Prof. Dr. Sutrisna, Wibawa, M.Pd. dengan Pangeran Haryo Timur. Tipu muslihat ini berhasil membuat Pangeran Haryo Timur menikahi Roro Mangli. Karena begitu besarnya rasa cinta Pangeran Haryo Timur kepada istrinya, hal ini menyebabkan dia mulai melupakan Mataram bahkan menyetujui keinginan Tumegung Pasingsingan selaku mertuanya untuk membunuh Pangeran Hadi Mataram (Sunan Amengkurat) yang baru saja dinobatkan sebagai Raja. Kemudian apa peran Pangeran Sepuh Purboyo yang diperankan oleh Prof. Dr. Marsigit, M.A? dan apakah keinginan Tumenggung Pasingsingan untuk menjadikan menantunya sebagai Raja berhasil? Kita simak kelanjutannya ya…^_^

 

 

Cerita diawali dengan plot di Kerajaan Mataram. Raja saat itu (Pangeran Sepuh Purboyo) dan Ratu Prameswari serta Selir membahas tentang bagaimana jika Raja menyerahkan tahta kepada pangeran sebagai penerusnya karena Raja merasa sudah tua dan sudah saatnya mewariskan tahtanya. Saat itu terjadi perdebatan dan kecumburuan yang muncul dari sang Selir karena jika nanti sang Raja lengser maka bagaimana nasib selir selanjutnya. Raja menyampaikan kepada Patih Singoranu dan meminta pendapat bagaimana jika Raja digantikan oleh Pangeran Hadi Mataram. Kemudian Patih menanyakan kembali apakah pangeran sudah cukup bijaksana untuk menjadi seorang Raja dan memohon pertimbangan dari sang Raja agar tidak terburu-buru memutuskan. Tapi kemudian disanggah oleh Tumenggung Pasingsingan agar tidak menentang Raja. Patih menjelaskan bahwa dia tidak menentang Raja tetapi meminta Raja untuk lebih mempertimbangkan keputusannya. Tumenggung pasingsingan memfitnah Patih bahwa pendapat Patih tersebut semata-mata hanya bertujuan untuk tetap menjadi Patih kerajaan. Kemudian Patih dibela oleh Tumenggung Sindurejo, tapi Tumenggung Pasingsingan merasa dirinya lah yang paling benar. Kemudian Raja melerai mereka dan menegur Tumenggung Pasingsingan karena karakternya tidak berubah menjadi lebih baik. Patih memberikan penilaiannya tentang Pangeran Hadi Mataram yang akan menjadi penerus Raja, bahwa Pangeran Hadi Mataram sudah dirasa pas menjadi Raja selanjutnya. Selanjutnya Pangeran Hadi Mataram dipanggil ke Kerajaan.

            Pangeran Hadi Mataram meminta petunjuk dari Raja, raja memuji betapa bijak dan baiknya hati Pangeran Hadi Mataram. Raja menyampaikan bahwa tahta Raja akan diserahkan kepada Pangeran Hadi Mentaram, tetapi Pangeran Hadi Mentaram menyampaikan kekhawatirannya jika tidak bisa menjadi Raja yang baik seperti kebijaksanaan yang dimiliki oleh sang Raja saat ini. Raja meyakinkan Pangeran Hadi Mentaram bahwa hanya Pangeran Hadi Mentaram yang paling cocok dan pas menjadi Raja selanjutnya. Akhirnya Pangeran Hadi Mentaram setuju dan memohon restu kepada Raja. Setelah nanti Pangeran Hadi Mentaram menjadi Raja, Patih menyampaikan bahwa dia juga akan lengser dari pangkatnya. Raja (Pangeran Sepuh Purboyo) ingin tetap mempertahankan peran Patih Singoranu untuk mendampingi Pangeran Hadi Mentaram nantinya ketika menjadi Raja. Tapi Tumenggung Pasingsingan menawarkan diri untuk menjadi Patih selanjutnya, kemudian ditegur oleh Tumenggung lainnya.  Pangeran Hadi Mentaram akhirnya memilih Tumenggung sindurejo sebagai Patihnya, tetapi Tumenggung Pasingsingan menentang keputusan itu dan akhirnya meninggalkan Kerajaan. Raja meminta agar semua orang tidak usah menghiraukan kepergian Tumenggung Pasingsingan karena dia kecewa tidak dipilih menjadi Patih.

            Raja sudah menyiapkan pengukuhan Pangeran Hadi Mentaram sebagai Raja selanjutnya, dengan menyiapkan surat yang menyatakan bahwa Kanjeng Pangeran Sepuh Purboyo menyerahkan tahta kepada Kanjeng Sinuwun Amangkurat Agung Panotogomo Khalifatulllah (Pangeran Hadi Mataram). Perayaanya pun dilakukan dengan acara tarian tradisional, dan akhirnya Pangeran Hadi Mataram sudah sah menjadi Raja Mataram.

            Raja Mataram yang baru menyampaikan bahwa mulai hari ini sang Raja ingin agar Kerajaan Mataram bisa saling mendukung dan akhirnya bersama-sama memajukan Kerajaan. Sang Ratu mengingatkan kepada Raja semoga bisa mengayomi rakyat dan memimpin Kerajaan Mataram dengan selalu meminta petunjuk kepada Tuhan Yang Maha Esa, bisa menjaga amanah dengan baik dan memiliki budi pekerti yang selalu baik nantinya...(continue part 2)

Thursday, 9 September 2021

Ilmu Berfilsafat....(Part 2)

  “Filsafat itu pandangan yang bisa dibantah
Kalau sudah dimengerti diturunkan ke hati dan diikhlaskan”
(Qouotes Prof. Dr. Marsigit, M.A. 2021)

Terinspirasi pada perkuliahan Prof. Dr. Marsigit, M.A pada tanggal 2 September 2021 

Berdasarkan adab-adab dalam berfilsafat maka kita bisa memahami bahwa batas itu disebut sopan santun atau adab dan tentang tata cara dimana hal ini merupakan ilmu tertinggi yaitu filsafat. Tapi itu bisa dikalahkan dengan niatnya misalnya jika kita beda motif, sehingga adabnya menjadi hilang dan biasanya larinya ke politik.

Filsafat adalah ilmu yang netral, belajar filsafat harus komprehensif, tidak boleh sepenggal penggal, tidak memaksa orang, tidak untuk gagah-gagahan. Filsafat harus bisa dicerna dan dipahami oleh orang awam dengan bahasa paling mudah, jika belum mudah dipahami maka belum bisa berfilsafat.

Masyarakat keluarga itu di bangun, jika tidak ada ilmu maka harus ditransfer, dengan adanya itu maka kita membangun ilmu pengetahuan. Yang mencerdaskan adalah diri sendiri dan kuasa Tuhan. Kurikulum berlandaskan kompetensi dan outcome bukan berlandaskan materi. 


3. Filsafat adalah pola pikir

Anak kecil belajar melalui mitos, mereka melakukan pekerjaan tapi tidak mengerti untuk apa dan seterusnya, sehingga mitos ada baiknya dan buruknya. Tapi jangan sekali-kali mitos dibawa ke spiritualitas. Karena agama adalah keyakinan.

 

☞        Objek Metafisik Filsafat 

        Objek metafisik filsafat adalah yang ada dan yang mungkin ada, objeknya ada dua yaitu objek material     dan objek formal.

1.     Objek materiil yaitu yang berhubungan dengan substansi/isinya, yaitu suatu kajian untuk menelaah pengetahuan. Objek materiil adalah yang ada dan yang mungkin ada.

2.     Objek formal: bentuk, contohnya cangkir sebagai bentuk dan sebagai isi, air juga ada bentuk dan isi. 


☞        Metode/Alat Berfilsafat 

Metode atau alat berfilsafat adalah bahasa analog (kesamaan dua dunia yaitu dunia laki-laki dan dunia perempuan), metode atau alat berfilsafat ini terdiri dari dua yaitu intensif dan ekstensif. Intensif adalah dalam sedalam dalamnya (radik/akar) jika di politik jadi radikalisme yaitu mendalam, maka radikalisme sulit diberantas karena mendalam dan mengakar. Ekstensif adalah luas seluas luasnya. Misalnya analog pikiran dan hati, jika hati maka cenderung menuju doa dan itu disebut analog. Ini adalah bahasa konotatif. Jika dianalogikan maka berawal dari hati kemudian berdoa kepada tuhan dan akhirnya ke akhirat. Selain itu, Pikiran berhubungan dengan manusia manusia, hidup berhubungan dengan amal, perbuatan dipilih yang baik kesurga dan buruk ke neraka dunia. 

Semua yang didunia itu relatif. Ada ukuran mouse kecil tapi menurut orang itu besar maka relatif. Sulit itu mudah, banyak itu sedikit semua relative karena subjektif. Jika demikian maka orang itu belum bisa berfilsafat. Maka hidup di dunia adalah kontradiktif. Inilah sebabnaya manusia punya potensi untuk musuhan dan tidak akur karena relative dan kontradiksi. Hukumnya adalah A tidak sama dengan A. jika tidak dipahami maka bisa menjadi munafik. Untuk mengatasinya amaka mohon ampun pada Tuhan. Kontradiktif terjadi karena manusia tidak sempurna. Jika sempurna maka manusia gak akan bisa hidup karena yang absolut itu adalah kuasa Tuhan.

  


ILMU BERFILSAFAT....(Part 1)


 “Filsafat itu pandangan yang bisa dibantah
Kalau sudah dimengerti diturunkan ke hati dan diikhlaskan”
(Qouotes Prof. Dr. Marsigit, M.A. 2021)

Terinspirasi pada perkuliahan Prof. Dr. Marsigit, M.A pada tanggal 2 September 2021 
  

Manusia hidup itu membutuhkan kepercayaan, misalnya sebagai mahasiswa akan selalu dihadapkan dengan tugas sehingga segala dokumen yang harus dikumpulkan oleh mahasiswa harus bisa dipercaya termasuk tanda tangannya asli dan tidak melakukan kecurangan apapun. Hal ini berhubungan dengan olah fikir atau bahasa latinnya adalah logos (ilmu), dengan kata lain musuh dari filsafat adalah sudah tidak memikirkan sesuatu atau yang disebut mitos (antilogos). Jika tidak bertanya artinya dia sudah tidak memikirkan Kembali. Padahal sebenarnya ilmu itu selalu berkembang, warning-nya jangan sekali-kali menggunakan mitos untuk ranah spiritual. 

Ranah spiritual harus selalu dijaga karena pada dasarnya ilmu yang dicari seharusnya harus dapat memperkokoh iman, maka kalau sampai pada ilmu yang tidak benar tinggalkanlah atau pergi menjauh lalu istighfar. Filsafat merupakan pikiran kita. Oleh karena itu tuntutlah ilmu yang benar, jika kita sedang merasa risau maka sebaiknya tinggalkan dulu hal yang membuat kita risau itu lalu berdoa, istighfar, dan sholat. Sehingga segala seuatu kita kembalikan lagi ke Tuhan, inilah pentingnya spiritualitas.


☞ Tata Cara Atau Adab Orang Berfilsafat

Adab adalah dirimu, dirimu yang berpikir dan tidak dapat menjadi diri orang lain. Oleh karena itu dibawah ini merupakan beberapa tata cara atau adab orang berfilsafat, diantaranya:

1.     Berdasar dalam kerangka dan wujud serta dilingkupi oleh spiritualitas merdeka mengekspresikan berfikir tapi dibatasi.

Spiritualitas, norma, sosial masyarakat, misalnya RW RT itu membatasi pikiran kita. Tidak semua hal dapat kita pikirkan. Maka indikator berfikir adalah bertanya. Bertanya adalah awal dari berfikir. Belajar filsafat artinya kita harus belajar adabnya terlebih dahulu agar kita tidak sombong atau angkuh. Dalam arti manusia memang tidak sempurna dan tidak semuanya kita ketahui. Jika saat ini kita sedang mengalami kebingungan artinya kita berada pada jalan yang benar, apabila sebaliknya kita merasa jelas dan tidak mempertanyakan seuatu maka kita terperangkap dalam gelap karena tidak ada upaya untuk berpikir berikutnya. Sehingga dengan demikian kita harus selalu merasa belum cukup dalam belajar ilmu atau selalu ingin belajar sepanjang hayat karena ilmu terus berkembang mengikuti perkembangan dunia. Akan tetapi yang harus selalu diingat bahwa kita harus terus memperkuat spiritualitas, jangan sampai merongrong spiritualitas artinya kita bebas mengekspresikan pikiran tapi tetap ada batasnya.

2.     Berfilsafat adalah merubah paradigma

Ibarat gunung sudah besar tapi gunungnya belum besar dan belum tinggi, maksudnya adalah gunung keilmuan. Yang paling benar untuk belajar filsafat adalah membangun fikiran yang artinya juga membangun hidup. Semua hasil olah fikir filsafat bisa di sanggah karena semuanya benar menurut filsafat. Bingungnya di dalam pikiran itu adalah ilmu, bingung ini juga bisa karena godaan setan, sehingga kita harus selalu menjaga pikiran kita tetap jernih dan bisa memiliah tentang baik dan buruknya. Yang penting disini adalah jangan sampai kita bingung di hati karena jika bingung di fikiran masih bis akita atasi sedangkan bingung di hati bisa berbahaya. Analoginya adalah jika ada orang berbeda pendapat dengan kita kemudian kita membencinya maka itu tidak pas karena benci itu letaknya di hati, jika beda pendapat ya tidak masalah di ilmu filsafat. Jika anda mulai bingung maka anda mulai berfilsafat. Filsafat adalah fikiran masing-masing, akan tetapi tetap hati-hati dengan ideologi atau paradigma yang berasal dari luar atau impor karena cenderung tidak baik.

FILSAFAT "METAFISIK"....(Part 2)

Terinspirasi Perkuliahan Filsafat di channel YouTube Prof. Marsigit, M.A. Tanggal 17 Oktober 2019

Sumber link: https://www.youtube.com/watch?v=8t3lalvQbiQ

“Permennides” berpendapat segala sesuatu itu bersifat tetap. “Heraclitos” berpendapat segala sesuatu itu bersifat berubah/tidak tetap. Karena kita belajar filsafat maka harus diperhatikan apa yang berubah dan apa yang tetap. Misalnya yang tetap adalah kebangsaan kita, orang tua kita, maupun anak kita, maka ini sesuai dengan aliran permennides. Jika berubah, sebenarnya tidak ada sesuatu yang tidak berubah di dunia ini, misalnya perubahan dalam diri sendiri yang dulu dan sekarang seperti bentuk wajah, kulit berkerut dan lain-lain. Oleh karena itu yang tetap disebut hukum identitas yaitu tetap (A=A), sedangkan yang berubah disebut hukum kontradiksi yaitu tidak sama/tidak tetap (A#A). sehingga karena terikat dengan ruang dan waktu maka di realita tidak ada A=A, dan semua rumus matematika yang ditulis itu salah, yang benar adalah yang dipikiran. Kenapa manusia tidak bisa membedakan sesuatu? Karena manusia tidak sempurna, kenapa manusia tidak sempurna? Agar manusia bisa tetap hidup.

            Monoisme adalah aliran filsafat yang percaya bahwa Tuhan itu satu. Sedangkan pluralism adalah aliran yang percaya bahwa Tuhan itu jamak. Selain itu juga ada aliran dualism. Sedangkan Pancasila itu pada dasarnya adalah monodualism yaitu mono percaya Tuhan Esa dan dualism ada hubungan antara Tuhan dan manusia.

Kemudian muncul seorang tokoh yang bernama Emmanuel Kant (1671). Sebelumnya ada Rene Descartes yang memunculkan aliran rasionalism dan sceptisim. Sceptisim sudah ada sejak jaman romawi kuno lalu ditentang oleh aliran David Hume dengan aliran Empiricism. Sceptisim ini berakar dari seorang pemikir yang menemui suatu bersifat fenomenologis. Sebelumnya Rene Descartes sempat meragukan keberadaan Tuhan sehingga dia mencari keberadaan Tuhan. Kemudian menurut Emmanuel Kant sebenar-benarnya ilmu adalah pertemuan antara langit dengan  bumi. Buminya adalah sintetik dan langitnya adalah apriori. Buku Emmanuel Kant yang berjudul “The critic of teorism” memunculkan jaman modern, hal ini karena adanya pertempuran atau perbedaan pendapat antara Rene Descartes dan David Hyum. Hyum menyatakan bahwa tidak ada ilmu tanpa adanya rasio dedangkan menurut Descartes tiadalah ilmu tanpa adanya pengalaman. Kemudian Kant menyatakan bahwa rasio itu bersifat analitik sedangkan pengalaman bersifat sintetik.

Auguste Compte (1857) menyatakan bahwa “…agama itu tidak bisa dipakai untuk membangun dunia karena tidak logis”. Hal ini tertulis di dalam bukunya yang berjudul positivism. Sehingga spiritualitas atau agama berada di tempat paling bawah. Banyak yang menentang Compte terkait pernyatannya ini. Saat ini teknologi menghasilkan kesejahteraan di sisi positif dan menghasilkan kemunafikan di sisi negatif. Contohnya, ada orang yang menyatakan kenapa mengajar dan membuka dengan doa, dia bertanya apa hubungannya antara matematika dengan doa? Dia tidak akan melakukan aktivitas apapun jika belum paham. Tapi kenyatannya dia melakukan kegiatan yang belum dia pahami, maka bisa disebut munafik/hipokrit. Seperti ini lah kondisi adanya teknologi saat ini yang memunculkan banyak kemunafikan. Kondisi manusia saat ini berada pada era comtemporer yang didalamnya ada unsur kapitalusme, materialism, pragmatisme, utilarian dan liberalisme.

THE NATURE MATHEMATICAL THINKING

  THE NATURE MATHEMATICAL THINKING   Proses berpikir adalah suatu peristiwa yang dialami seseorang ketika menerima suatu jawaban untuk menci...